Kuliner Sumbar

Close

Katupek Pitalah merupakan salah satu kuliner legendaris dari Minangkabau yang berasal dari Nagari Pitalah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Hidangan ini termasuk dalam kategori kuliner katupek (ketupat) khas Minang, namun memiliki cita rasa dan penyajian yang berbeda dibandingkan lontong sayur Padang pada umumnya. Katupek Pitalah terkenal karena keunikan bumbunya yang kaya rempah dan penggunaan bahan pelengkap yang menggugah selera, menjadikannya salah satu ikon kuliner daerah yang terus lestari hingga kini.

Secara tradisional, Katupek Pitalah terdiri dari potongan ketupat yang disajikan bersama sayur nangka muda (cubadak), tauge, daun singkong rebus, sambal lado, dan daging rendang atau tunjang (kikil sapi). Kuah sayurnya dimasak menggunakan santan kental dengan bumbu khas yang terdiri dari cabai merah, kunyit, lengkuas, serai, daun kunyit, dan asam kandis. Kuah berwarna kuning keemasan ini menjadi ciri khas yang membedakan Katupek Pitalah dengan jenis lontong lainnya.

Salah satu elemen paling penting dari Katupek Pitalah adalah sambal merahnya yang pedas dan harum, disiram di atas ketupat sebelum kuah gulai dituangkan. Kombinasi antara rasa gurih santan, pedas sambal, dan aroma rempah yang pekat menciptakan cita rasa kompleks yang khas Minangkabau — pedas, gurih, dan sedikit asam yang seimbang.

Dalam penyajiannya, Katupek Pitalah biasanya disusun rapi di atas piring besar dengan potongan ketupat di dasar, kemudian dilapisi sayur nangka, daun singkong, dan daging rendang, lalu disiram dengan kuah gulai hangat. Hidangan ini sering disajikan bersama kerupuk merah muda khas Minang dan segelas teh talua (teh telur) sebagai pelengkap.

Katupek Pitalah tidak hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena sejarah dan tradisi yang menyertainya. Di daerah asalnya, kuliner ini biasa dijual di pasar-pasar tradisional dan menjadi menu wajib saat perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Di Nagari Pitalah, penjual katupek sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan kebanyakan diwariskan secara turun-temurun oleh perempuan setempat.

Filosofi dari Katupek Pitalah mencerminkan semangat masyarakat Minangkabau yang menghargai kerja keras, kebersamaan, dan kehangatan dalam setiap hidangan. Ketupat, yang melambangkan kesucian dan kebersamaan, berpadu dengan kuah santan yang melambangkan kemakmuran dan kehangatan keluarga. Oleh karena itu, hidangan ini sering menjadi simbol kebersamaan dalam jamuan keluarga dan acara adat.

Kini, Katupek Pitalah telah melampaui batas daerahnya dan dapat ditemukan di berbagai kota di Sumatera Barat serta beberapa wilayah lain di Indonesia. Meskipun banyak variasi modern bermunculan, cita rasa autentik dari kuah santan kental, sambal pedas, dan ketupat lembut tetap menjadi daya tarik utama.

Dengan perpaduan rasa yang harmonis dan nilai budaya yang mendalam, Katupek Pitalah bukan sekadar makanan tradisional, melainkan warisan kuliner Minangkabau yang mencerminkan identitas, kearifan lokal, dan kebanggaan daerah yang patut dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dapat dinikmati di :